ANALYSIS DIFFERENCE OF PRICE AND STOCK VALUME

 BEFORE AND AFTER INDONESIAN SUSTAINABILITY REPORTING AWARD (ISRA) 2005 

(CASE STUDY OF FOUR AWARDESS COMPANIES)

 

 

 

ABSTRACT

 

By: Basuki Rakhmad Saputro

Advisor : Wuryan Andayani, SE., M.Si., Ak

 

 

This research aim to examine responsiveness of Indonesian Sustainability Reporting Award (ISRA) 2005 announcement. The responsiveness will be told response if the announcement can influence perpetrator of market in taking decision of investment. Investor oftentimes only centrally at earnings information not on social and responsibility reporting, so this matter push management to ignore it. 

The research sample is the awarders of ISRA 2005 as the representative companies that compose sustainability reporting. There are 4 companies fulfilling criterion as this research sample. Besides, there are also 4 competitor companies researched to compare  the result in order to make a good judgment. The proxy of market responsiveness are abnormal return (AR) and trading volume activity (TVA). This research used Mann Whitney testing to exam mean of AR and TVA to the overall of hypothesis. 

The examinations result show that there are no difference AR and TVA between before announcement and after announcement. So that, market do not response to the announcement of ISRA 2005. 

 

Keywords: Sustainability Reporting, Abnormal Return and Trading Volume Activity

 

ANALISIS PERBEDAAN HARGA DAN VOLUME SAHAM  SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN INDONESIA SUSTAINABILITY REPORTING AWARD (ISRA) 2005

(STUDI KASUS PADA EMPAT PERUSAHAAN PEMENANG AWARD)

 

 

ABSTRAKSI

 

Oleh : Basuki Rakhmad Saputro

Pembimbing : Wuryan Andayani, SE., M.Si., Ak

 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji respon investor  terhadap pengumuman Indonesian Sustainability Reporting Award (ISRA) 2005. Investor akan dikatakan merespon secara positif jika pengumuman tersebut mempengaruhi mereka dalam pengambilan keputusan investasi. Para investor selama ini masih memakai informasi laba sebagai alat pengambilan keputusan dalam berinvestasi dan  tidak terlalu memperhatikan informasi dari laporan pertanggungjawaban sosialnya. Perilaku semacam ini memicu pihak manajemen cenderung mengabaikan tentang pentingnya laporan tersebut.

Obyek penelitian ini adalah para pemenang ISRA 2005 yang merupakan perusahaan yang representative yang telah menyusun laporan  pertanggungjawaban sosialnya. Terdapat 4 perusahaan yang memenangkan ISRA 2005. Selain itu dilakukan penelitian juga terhadap 4 perusahaan pembanding guna mendapatkan kesimpulan yang memadai. Dalam penelitian ini  respon investor diproksikan dengan abnormal return (AR) dan trading volume activity (TVA).Penelitian ini menggunakan tes Mann Whitney untuk menguji hipotesis.

Hasil penelitian ini adalah bahwa tidak terdapat perbedaan AR dan TVA baik sebelum maupun sesudah pengumuman. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa para investor tidak merespon akan adanya ISRA 2005.

 

Kata kunci : Sustainability Reporting, Abnormal Return dan Trading Volume Activity

 

 

BAB I 

PENDAHULUAN

 

            1.1 Latar Belakang

Tata kelola perusahaan (good corporate governance) memiliki agenda yang lebih luas di masa yang akan datang. Tata kelola yang baik sudah mulai dijalankan di berbagai perusahaan, lembaga pemerintahan dan organisasi lainnya baik di Indonesia maupun di berbagai negara lainnya. Semenjak berbagai kasus yang melanda dan berkaitan erat dengan pengelolaan atau manajemen organisasi terutama organisasi bisnis seperti kasus Enron, Worldcom dan lainnya, muncul kesadaran untuk berbenah dengan menerapkan suatu prinsip dan mekanisme tata kelola perusahaan yang baik.

Fokus pada akuntabilitas korporasi masih terkonsentrasi atau berorientasi pada para pemegang saham (stockholder). Praktik ini akhirnya memunculkan suatu dilema tersendiri karena sesuatu yang telah diraih oleh entitas bisnis sebagian dikembalikan ke para pemegang saham dan manajemen seperti pemberian dividen, bonus dan bentuk-bentuk kontra prestasi lainnya. Tentunya hal ini tidak harus terjadi, jika ada kesadaran bahwa kesinambungan hidup suatu usaha (going concern of entity) tidak hanya bergantung pada pengelolaan yang dilakukan oleh manajemen dan peran serta pemegang saham.

Kondisi tersebut tentunya perlu dirubah dan pada saat ini telah terjadi pergeseran paradigma dari tata kelola perusahaan. Terdapat suatu agenda yang luas untuk tata kelola perusahaan yaitu dengan memperluas paradigma teoritis dari agency theory menjadi stakeholder theory perspective. Akibat yang muncul dari pergeseran paradigma ini, tata kelola perusahaan harus mempertimbangkan dan memperhatikan masalah corporate social responsibility (CSR) dalam suatu konteks historis dan filosofi yang luas (Media Akuntansi, Juli 2005)

Inisiatif kebijakan dan tata kelola suatu bisnis pada masa mendatang harus lebih memperhatikan kebutuhan dari para stakeholder. Pertanggungjawaban perusahaan difokuskan kembali pada isu-isu sosial (Social), etika (Ethical), dan lingkungan (Environment) atau SEE Issues. Pergeseran paradigma ini harus ditanggapi oleh manajemen perusahaan dengan memainkan perannya baik dalam perusahaan dan masyarakat sekitarnya.

Pengungkapan (disclosure) terhadap aspek social, ethical, environmental dan sustainability (SEES) sekarang ini menjadi suatu cara bagi perusahaan untuk mengkomunikasikan bentuk akuntabilitasnya kepada para stakeholder. Sustainability reporting sebagaimana yang direkomendasikan oleh Global Reporting Initiative (GRI) terfokus pada tiga aspek kinerja yaitu ekonomi (economic), lingkungan (environmental), dan sosial (social). Ketiga aspek ini dikenal dengan Triple Bottom Line. Bentuk pelaporan ini diharapkan mempunyai hubungan yang positif pada kinerja yaitu antara corporate social responsibility dan corporate financial performance(CFP) (Media Akuntansi, edisi 47/Tahun XII/Juli 2005)

Di Indonesia, upaya pelaksanaan tata kelola suatu bisnis yang lebih memperhatikan kebutuhan dari para stakeholder, dimana pertanggungjawaban perusahaan difokuskan pada isu-isu sosial (Social), etika (Ethical), dan lingkungan (Environment) atau SEE Issues, mulai ada. Hal ini terbukti dari diadakannya sebuah event akbar pada Bulan Juni 2005. Pada  waktu itu, Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Manajemen (IAI-KAM) menyelenggarakan Indonesia Sustainability Reporting Award (ISRA). Sebuah award yang ditujukan untuk korporat yang menerapkan Sustainability Reporting (SR) secara baik. Dengan indikator penilaian yang meliputi kelengkapan (40%), Kredibilitas (35%) dan Komunikasi (25%) dari laporan perusahaan. Sustainability Reporting sendiri adalah laporan yang memuat kinerja ekonomi, lingkungan dan tanggung jawab sosial korporat. Sustainability Reporting merupakan hal yang baru di Indonesia, untuk itu Sustainability Reporting perlu diperkenalkan kepada masyarakat dan dikembangkan dengan terus melakukan penelitian

Pemenang ISRA Award adalah sebagai berikut:

            1. Best Environmental and Social Reporting 2004: PT. Astra Internasional Tbk.

            2. Best Environmental Reporting 2004: PT. Sumalindo Lestari Jaya Tbk.

            3. Best Social Reporting 2004: PT. Bank Danamon Tbk.

            4. The Best Website 2005: PT. PP London Sumatera Tbk.

Adapun manfaat dari diadakannya ISRA ini, menurut Ketua Dewan Juri ISRA (Antonius Alijoyo) akan meningkatkan reputasi dari perusahaan dan perusahaan bisa mengkomunikasikan apa saja yang sudah dan sedang dilakukan untuk memberi nilai tambah untuk sosial dan lingkungannya. Dan dengan adanya ISRA ini, akan memudahkan investor untuk mengambil keputusan karena dapat melihat long term plan dari perusahaan. 

Selama ini Corporate Financial Performance, masih merupakan alat ukur yang dominan dipakai oleh para stakeholder untuk menilai kinerja perusahaan. Perusahaan yang memenangkan ISRA Award adalah korporasi terbuka, sehingga kepemilikan saham bisa diakses oleh publik. Saham selama ini masih merupakan alat ukur yang efektif dan efisien untuk menilai kinerja perusahaan. Oleh karena itu, penilaian tentang sejauh mana kinerja keuangan perusahaan, bisa dilihat dari nilai sahamnya, baik dari harga saham maupun tingkat volume perdagangan saham.

Sejalan dengan manfaat yang diharapkan dari dilaksanakannya ISRA, yaitu meningkatnya reputasi perusahaan dan juga memudahkan investor untuk mengambil keputusan, maka peneliti tertarik untuk mengkaji sejauh mana pengaruh pelaksanaan ISRA tersebut terhadap pasar. Pengaruh tersebut diukur dengan menggunakan corporate financial performance (CFP) dalam hal ini adalah instrumen saham. 

Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk membahas bagaimana pengaruh ISRA 2005 terhadap perubahan harga dan volume saham perusahaan. Obyek penelitian yang digunakan adalah 4 perusahaan yang meraih ISRA Award 2005. Penelitian ini merupakan event study atas penyelenggaraan ISRA 2005 Sedangkan data penelitian yang dipakai adalah data saham per hari dari keempat perusahaan tersebut baik sebelum pengumuman ISRA maupun sesudahnya, yaitu pada tanggal 15 sampai dengan tanggal 30 Juni 2005. Pertimbangan pengambilan jangka waktu tersebut didasari dari fakta bahwa pengumuman ISRA 2005 adalah pada tanggal 23 Juni 2005. Dengan menggunakan data saham harian selama 5 hari sebelum dan sesudah pengumuman dianggap cukup representatif untuk menunjukkan pengaruh ISRA 2005 terhadap perubahan harga (abnormal return/AR) dan volume saham (trading volume activity/TVA).

Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini berjudul:

 

“ANALISIS PERBEDAAN HARGA DAN VOLUME SAHAM  SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN INDONESIA SUSTAINABILITY REPORTING AWARD (ISRA) 2005 

(Studi Kasus Pada Empat Perusahaan Pemenang Award) “

 

                        1.2  Rumusan Masalah 

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka masalah yang dibahas meliputi:

            1. Bagaimana perbedaan Abnormal Return/AR pada perusahaan yang memenangkan award sebelum dengan sesudah pengumuman ISRA 2005?

            2. Bagaimana perbedaan Trading Volume Activity/TVA pada perusahaan yang memenangkan award sebelum dengan sesudah pengumuman ISRA 2005?

             

1.3 Batasan Masalah 

Penelitian ini menggunakan data saham harian dari keempat perusahaan peraih ISRA 2005 selama 5 hari sebelum dan sesudah pengumuman ISRA 2005  23 Juni 2005. Pertimbangan dalam pengambilan periode pengamatan tersebut adalah supaya penelitian ini bisa fokus untuk meneliti pengaruh even ISRA 2005. Dengan demikian, semakin pendek periode pengamatan maka diasumsikan dapat dihindari bias yang bisa terjadi karena adanya pengaruh even yang lain.

 

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah :

            1. Melakukan analisis perbedaan Abnormal Return/AR pada perusahaan yang memenangkan award sebelum dengan sesudah pengumuman ISRA 2005?

            2. Melakukan analisis perbedaan Trading Volume Activity/TVA pada perusahaan yang memenangkan award sebelum dengan sesudah pengumuman ISRA 2005?

                         

1.5 Manfaat Penelitian 

Manfaat penelitian ini antara lain :

            1. Pembuktian akan manfaat dari diadakannya ISRA, yaitu meningkatnya reputasi dari perusahaan dan memudahkan investor untuk mengambil keputusan karena dapat melihat long term plan dari perusahaan. 

            2. Mewacanakan sustainability reporting sebagai salah satu bentuk corporate social responsibility (CSR)

 

[del.icio.us] [Digg] [Facebook] [Furl] [Google] [MySpace] [StumbleUpon] [Technorati] [Windows Live] [Yahoo!] [Email]
Jurnalskripsi.com 24 Jam » ANALISIS PERBEDAAN HARGA DAN VOLUME SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN INDONESIA SUSTAINABILITY REPORTING AWARD (ISRA) 2005 (STUDI KASUS PADA EMPAT PERUSAHAAN PEMENANG AWARD)

Skripsi Lengkap (daftar isi, bab1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk file/softcopy langsung kita kirim lewat email kamu pada hari itu juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509 atau 0857-2929-3006

Skripsi tidak terkirim jaminan uang kembali 100%.

Leave a Reply