ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTIK PERATAAN LABA (INCOME SMOOTHING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DAN KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA
Posted by: admin0 in Skripsi Akuntansi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTIK PERATAAN LABA (INCOME SMOOTHING) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DAN KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI
Oleh:
Frinta Pratamasari
0110230059
Dosen Pembimbing:
Drs. Ali Djamhuri, SE, M.Com, Ak.
ABSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur dan keuangan yang terdaftar di
Sampel penelitian ini diseleksi berdasarkan purposive/judgement sampling. Sampel penelitian ini adalah 98 yang terdaftar di BEJ selama periode 4 tahun (2001-2004), terdiri dari 72 perusahaan manufaktur dan 26 perusahaan keuangan dengan total sub sampel sebanyak 392 laporan keuangan. Pengujian univariate (independent t-test, Man-Whitney test dan chi-square test) serta pengujian multivariate (regresi logistik) digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba.
Hasil perhitungan indeks Eckel (1981) menunjukkan bahwa praktik perataan laba juga dilakukan oleh perusahaan manufaktur dan keuangan yang terdaftar di BEJ. Hasil pengujian univariate menunjukkan bahwa variabel profitabilitas dan sektor industri berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba. Hasil pengujian multivariate menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, financial leverage, sektor industri dan status kepemilikan saham secara serentak berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa hanya profitabilitas dan sektor industri yang berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba; sehingga dapat disimpulkan bahwa dari
Kata Kunci : praktik perataan laba, ukuran perusahaan, profitabilitas, financial leverage, sektor industri dan status kepemilikan saham.
THE ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING THE INCOME SMOOTHING PRACTICE OF MANUFACTURING AND FINANCIAL COMPANIES LISTED AT
By:
Frinta Pratamasari
0110230059
Counselor Lecture:
Drs. Ali Djamhuri, SE, M.Com, Ak.
ABSTRACT
The objective of this research is to examine factors that influencing income smoothing practice among manufacturing and financial companies listed at
The samples of this research selected by purposive/ judgement sampling. The samples were 98 companies listed at JSX for four years period (2001-2004), consist of 72 manufacturing companies and 26 financial companies, with total sub samples of 392 financial statements.
Univariate test (independent t-test, Man-Whitney test and chi-square test) and multivariate test (logistic regression) were used to identify the factors affecting the income smoothing practice.
The result of Eckel’s Index (1981) showed that income smoothing is also practiced by manufacturing and financial companies listed at JSX. The result of univariate test showed that profitability and industrial sector are having significance influence on income smoothing practice. The multivariate test showed that size, profitability, financial leverage, industrial sector and ownership status simultaneously having a significance influence on income smoothing practice. Partial test showed that only profitability and industrial sector influencing income smoothing practice; in conclusion, from five independent variables being examined, only profitability and industrial sector are affecting the income smoothing practice.
Key Words : income smoothing practice, size, profitability, financial leverage, industrial sector and ownership status.
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Ketatnya persaingan dalam dunia bisnis menjadi pemicu yang kuat bagi manajemen perusahaan untuk menampilkan performa terbaik dari perusahaan yang dipimpinnya; karena baik buruknya performa perusahaan akan berdampak terhadap nilai pasar perusahaan di pasar dan juga mempengaruhi minat investor untuk menanam atau menarik investasinya dari sebuah perusahaan. Akhirnya, hal ini mempengaruhi ketersediaan dan besarnya dana yang bisa dimanfaatkan perusahaan beserta tinggi rendahnya Cost Of Capital (COC) yang harus ditanggungnya.
Selain bertanggung jawab untuk menampilkan performa terbaik perusahaan, manajemen juga bertanggung jawab untuk menyediakan laporan keuangan bagi semua pihak yang berkepentingan dengan informasi akuntansi perusahaan. Laporan keuangan merupakan sarana utama melalui mana informasi keuangan dikomunikasikan kepada pihak-pihak di luar perusahaan. Untuk itu, laporan keuangan harus mampu menggambarkan posisi keuangan dan hasil-hasil usaha perusahaan pada saat tertentu secara wajar (Dwiatmini dan Nurkholis, 2001). Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan adalah salah satu sumber informasi mengenai posisi keuangan perusahaan, kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang sangat berguna untuk pengambilan keputusan yang tepat (Almilia dan Kristiaji, 2003).
Salah satu informasi yang sangat penting untuk pengambilan keputusan adalah informasi atas laba. Informasi laba secara umum menjadi perhatian utama dalam penaksiran kinerja atau pertanggungjawaban manajemen. Informasi laba ini juga membantu pemilik atau pihak lain untuk melakukan penaksiran atas kekuatan laba perusahaan di masa yang akan datang (Harahap, 2004). Pentingnya informasi laba ini disadari oleh manajemen, sehingga manajemen cenderung melakukan disfunctional behaviour ( perilaku tidak semestinya ), yaitu dengan melakukan perataan laba untuk mengatasi berbagai konflik yang timbul antara manajemen dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan perusahaan (Sugiarto, 2003). Disfunctional behaviour tersebut dipengaruhi oleh adanya asimetri informasi (information asymetry) dalam konsep teori keagenan ( agency theory ).
Hubungan keagenan muncul ketika seorang individu atau lebih yang disebut pemilik (principal) memperkerjakan individu yang lain atau organisasi (agent) untuk melaksanakan pekerjaan dan kemudian mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan kepada agen tersebut (Jensen dan Meckling,1976). Konflik keagenan akan muncul apabila masing-masing pihak mempunyai perbedaan kepentingan dan ingin memperjuangkan kepentingan masing-masing. Dalam hubungan keagenan, manajer mempunyai asimetri informasi terhadap pihak eksternal perusahaan, seperti kreditur dan investor.
Asimetri informasi antara agent dan principal dapat memicu manajer umtuk melakukan disfuctional behaviour. Asimetri informasi terjadi ketika manajer memiliki informasi internal perusahaan relatif lebih banyak dan mengetahui informasi tersebut relatif lebih cepat dibandingkan dengan pihak eksternal. Dalam kondisi tersebut, manajer dapat menggunakan informasi yang diketahuinya untuk memanipulasi laporan keuangan sebagai usaha untuk memaksimalkan kemakmurannya (Salno dan Baridwan,2000). Kesenjangan informasi antara kedua belah pihak memicu munculnya perataan penghasilan (Fudenberg dan Tirole, 1995).
Topik perataan penghasilan (income smoothing) terkait erat dengan konsep manajemen laba (earnings management). Seperti halnya manjemen laba, penjelasan konsep perataan laba juga menggunakan pendekatan teori keagenan (agency theory). Teori ini menyatakan bahwa manajemen laba dipengaruhi oleh konflik kepentingan antara manjemen (agent) dengan pemilik (principal) yang timbul ketika setiap pihak berusaha untuk mencapai atau mempertahankan tingkat kemakmuranya (Salno dan Baridwan, 2000).
Tindakan perataan penghasilan bersih atau laba merupakan tindakan yang umum atau rasional (Jatiningrum, 2000). Praktik perataan laba merupakan fenomena yang umum terjadi sebagai usaha manajemen untuk mengurangi fluktuasi laba yang dilaporkan (Narsa, dkk., 2003). Tindakan perataan laba adalah suatu sarana yang dapat digunakan manajemen untuk mengurangi fluktuasi pelaporan penghasilan dan memanipulasi variabel-variabel (akuntansi) semu atau dengan melakukan transaksi-transaksi riil (Brayshaw dan Eldin, 1989). Bagi manajemen, seringkali tidak penting untuk melaporkan laba maksimal, bahkan manajemen lebih cenderung melaporkan laba yang dianggap normal bagi perusahaan untuk beberapa periode (Samlawi dan Sudibyo, 2000).
Tindakan perataan laba ini menyebabkan pengungkapan informasi mengenai penghasilan bersih/laba menjadi menyesatkan, sehingga akan mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan, khususnya pihak eksternal (Jatiningrum, 200 ). Perataan laba menjadi suatu hal yang merugikan investor, karena investor tidak akan memperoleh informasi yang akurat mengenai laba untuk mengevaluasi tingkat pengembalian dari portofolionya. Tindakan perataan laba mengakibatkan pengungkapan dalam laporan keuangan menjadi tidak memadai (Dwiatmini dan Nurkholis, 2001). Fenomena ini merupakan dampak negatif asimetri informasi dalam konsep teori keagenan.
Perataan laba dalam laporan keuangan merupakan hal yang biasa dan dianggap masuk akal (Bartov, 1993). Praktik perataan laba didorong oleh berbagai faktor. Faktor-faktor pendorong perataan laba dapat dibedakan atas faktor konsekuensi ekonomi dari pilihan akuntansi dan faktor-faktor laba. Faktor-faktor konsekuensi dari pilihan akuntansi merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh angka-angka akuntansi , sehingga perubahan akuntansi yang mempengaruhi angka-angka akuntansi akan mempengaruhi kondisi itu. Sedangkan faktor-faktor laba adalah pengaruh dari angka-angka laba periodik yang dengan sendirinya juga mendorong perilaku perataan laba. Perataan laba tidak akan terjadi jika laba yang diharapkan tidak terlalu berbeda dengan laba yang sesungguhnya (Prasetio, dkk., 2002 ).
Penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba telah dilakukan baik di luar negeri maupun di
Penelitian ini merupakan replikasi dan pengembangan (expand replicant) dari penelitian Yusuf dan Soraya (2004). Perbedaan penelitian ini dengan penelitian tersebut adalah :
1. Sampel penelitian tidak hanya terbatas pada perusahaan manufaktur, tetapi juga perusahaan keuangan (Finansial). Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa jumlah perusahaan publik yang termasuk dalam sektor manufaktur dan keuangan terlihat mendominasi keseluruhan perusahaan yang terdaftar di BEJ (Murtanto, 2004). Selain itu, berdasarkan hasil penelitian terdahulu, terbukti bahwa kedua sektor perusahaan tersebut paling banyak melakukan praktik perataan laba (Salno dan Baridwan, 2000; Samlawi dan Sudibyo, 2000).
2. Penelitian ini menambahkan variabel sektor industri sebagai salah satu variabel yang diduga dapat mempengaruhi praktik perataan laba. Hal ini berbeda dengan penelitian Yusuf dan Soraya (2004) yang hanya menguji 4 variabel, yaitu : ukuran perusahaan, profitabilitas, Leverage operasi dan status perusahaan.
3. Variabel leverage dalam penelitian ini diukur dengan financial leverage bukan operating leverage. Hal ini berdasarkan alasan bahwa financial leverage menunjukkan seberapa efisien perusahaan memanfaatkan ekuitas pemilik dalam rangka mengantisipasi hutang jangka panjang dan jangka pendek perusahaan sehingga tidak akan mengganggu operasi perusahaan secara keseluruhan dalam jangka panjang (Andhini, 2005). Hutang yang besar berarti rasio leverage yang besar. Hutang yang besar mengakibatkan risiko semakin meningkat. Jadi semakin besar leverage, maka risiko yang ditanggung oleh pemilik modal juga akan semakin meningkat (Widyaningdyah, 2001). Rasio leverage yang besar menyebabkan turunnya minat investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut, sehingga dapat memicu adanya tindakan perataan laba (Narsa,dkk. ,2003).
4. Penelitian ini menggunakan periode pengamatan yang berbeda dengan penelitian sebelumnya, yaitu sejak tahun 2001 sampai dengan tahun 2004.
1.2. Perumusan Masalah
1. Apakah perusahaan manufaktur dan keuangan yang terdaftar di BEJ melakukan praktik perataan laba?
2. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap praktik perataan laba?
3. Apakah profitabilitas berpengaruh secara signifikan terhadap praktik perataan laba?
4. Apakah financial leverage berpengaruh secara signifikan terhadap praktik perataan laba?
5. Apakah sektor industri berpengaruh secara signifikan terhadap praktik perataan laba?
6. Apakah status kepemilikan saham berpengaruh secara signifikan terhadap praktik perataan laba?
1.3. Batasan Masalah
Penelitian ini hanya terbatas pada perusahaan yang termasuk dalam sektor manufaktur dan keuangan yang telah go public di Bursa Efek
1.4. Motivasi Penelitian
1. Penelitian ini dilakukan karena adanya hasil-hasil yang tidak konsisten dari penelitian-penelitian sebelumnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba; sehingga isu mengenai praktik perataan laba dan faktor-faktor yang mempengaruhinya masih menjadi topik yang menarik untuk diteliti.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba perlu terus diteliti agar dapat memberikan petunjuk dan dasar pertimbangan bagi para stakeholder untuk mengambil berbagai keputusan bisnis.
1.5. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perusahaan-perusahaan sektor manufaktur dan keuangan yang terdaftar di BEJ melakukan praktik pertaan laba (income- smoothing). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, financial leverage, sektor industri dan status status kepemilikan saham berpengaruh secara signifikan terhadap praktik perataan laba.
1.6. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :
1. Investor dan masyarakat
Dapat memberikan gambaran mengenai praktik perataan laba pada perusahaan sektor manufaktur dan keuangan yang terdaftar di BEJ. Sehingga investor maupun masyarakat dapat membuat keputusan investasi yang tepat.
2. Dunia penelitian dan akademis
Dapat menambah literatur mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba pada perusahaan publik di
3. Peneliti
Menambah pengetahuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba pada perusahaan-perusahaan publik di
Skripsi Lengkap (daftar isi, bab1-5 dan daftar
pustaka)
untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu.
Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk file/softcopy langsung
kita kirim lewat email kamu
pada hari itu juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami
tidak mendukung plagiatisme.
Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509 atau 0857-2929-3006
Skripsi tidak terkirim jaminan uang kembali 100%.
![[del.icio.us]](http://www.jurnalskripsi.com/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png)
![[Digg]](http://www.jurnalskripsi.com/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png)
![[Facebook]](http://www.jurnalskripsi.com/wp-content/plugins/bookmarkify/facebook.png)
![[Furl]](http://www.jurnalskripsi.com/wp-content/plugins/bookmarkify/furl.png)
![[Google]](http://www.jurnalskripsi.com/wp-content/plugins/bookmarkify/google.png)
![[MySpace]](http://www.jurnalskripsi.com/wp-content/plugins/bookmarkify/myspace.png)
![[StumbleUpon]](http://www.jurnalskripsi.com/wp-content/plugins/bookmarkify/stumbleupon.png)
![[Technorati]](http://www.jurnalskripsi.com/wp-content/plugins/bookmarkify/technorati.png)
![[Windows Live]](http://www.jurnalskripsi.com/wp-content/plugins/bookmarkify/windowslive.png)
![[Yahoo!]](http://www.jurnalskripsi.com/wp-content/plugins/bookmarkify/yahoo.png)
![[Email]](http://www.jurnalskripsi.com/wp-content/plugins/bookmarkify/email.png)




Entries (RSS)
November 1st, 2007 at 2:57 am
kok cuma bab1 aja
November 15th, 2007 at 5:18 am
bos bab selanjutnya mana???????????????????????????????
November 15th, 2007 at 11:06 am
bisa ga kirim rumus income smoothing versi michelson dan kalo ada buku referensinya
November 15th, 2007 at 11:09 am
perbedaan karakteristik perusahaan manufaktur dibandingkan perusahaan non-manufaktur apa? plissssss, jawab ya
November 27th, 2007 at 3:58 am
gw butuh banget indeks michelson ney, pliss bantuin dunk. gimana perhitungan indeks michelson itu. trus beda karakteristik perusahaan manufaktue sama yang ga manufaktur apa. trus apa aja yang termasuk karakteristik perusahaan manufaktur. tolong dibantuin yah. dah deadline banget ne. tengkiu yak…..
November 28th, 2007 at 7:53 am
bisa minta daftar pustakanya tidak?
December 11th, 2007 at 2:31 am
gw mau nanya tentang indeks michelson ni. gimana sih ngitung pk indeks michelson. tolomg donk bantu gw. please…….. thanks b4
December 11th, 2007 at 6:09 am
gw mau minta tolong ni……
indeks michelson itu gimana sih cara ngitung nya.
pless kasih tau gw donk.
thanks b4
December 13th, 2007 at 2:52 am
kirimin bab selanjutnya dong ke e-mail gw!!!
December 16th, 2007 at 2:26 pm
duh tolong jawab dunk ????
apa bedanya pengaruh manjemen laba terhadap studi non manufaktur ma manufaktur????
help??
January 11th, 2008 at 3:32 pm
mbak, mbok saya minta bab-bab selanjutnya yang lengkap ??
Mau saya jadikan pertimbangan untuk tugas kuliah saya.
saya butuh bgt….
makasih
January 15th, 2008 at 12:30 am
indeks michaelson cari di mana yah?
bisa kasi webnya gk?
kalo aku neliti pake indeks eckel, mau coba bandingin ama yang michaelson.
aku pake obyek yang manufaktur, kalo yang non manufaktur kayaknya ga da bedanya. Tapi yang paling signifikan paling besar kemungkinan melakukan income smoothing, pasti perusahaan yang punya kontrak jangka panjang, contohnya properti.
January 24th, 2008 at 8:21 am
Mbak,boleh minta rumus Indeks Michaelson ga??? Tolong kirimin donk untuk bahan skripsi saya……….. Dosennya mau Indeks Michaelson neh. Tolongin ya mbak……… Skripri jadi ngambang nih. Thanks be4 lo *_*
January 24th, 2008 at 8:52 am
Mbak TOLONG BANGET ya…………………. Butuh sekali neh. Please bantu ya… Makasih banyak lo sebelumnya. Dah nganggur skripsi nya.Bantuin ya *_*
January 25th, 2008 at 3:05 am
hi kok cuman bab1 aja…….
n aku mo minta tolong bisakah anda kirimin judul proposal:
“pemilihan metode akuntansi persediaan dan pengaruhnya terhadap earning price ratio” secepatnya
May 23rd, 2008 at 4:10 am
tolong kirimin donk kerangka pemikirannya n faktor-faktor apalagi sie yang bisa mempengaruhi perataan laba selain yang kamu tulis?? Bingung banget nie….
June 11th, 2008 at 5:57 am
saya sedang melakukan penelitian yang sama.. namun dengan variabel berbeda.. yang saya binggung, penggunaan regresi logit pada penelitian ini disebabkan oleh variabel dependen yang bersifat dikotomus 1 dan 0.. apakah tetap harus dilakukan t test dan mann-whitney?? bukankah regresi logit mengabaikan uji tersebut??
lalu apakah perhitungan dengan index michaelson loebih reliable dibandingkan dengan eckel?? karena pada michaelson ada 4 kategori pembagian income smoothing..
August 15th, 2008 at 10:19 pm
Aq mw mnta jurnal Sistem informasi akuntansi..
tlg bgt donk…plizzzzzzzzztttttt