RINGKASAN

Judul : Analisis Hubungan dan Perbedaan Kinerja Keuangan Pada Tiap Tahap Siklus Kehidupan Produk Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta  Tahun 2000-2004

Disusun oleh :
Fety Nurmayanti
NIM. 0210223048

Dosen Pembimbing:
Nur Khusniyah I, SE, MSi
NIP. 131 759 539

     Setiap produk akan melalui suatu siklus kehidupan yang mencerminkan tahap- tahap suatu produk dari perkenalan, pertumbuhan, kematangan dan penurunan yang berdasarkan volume penjualan dan laba yang dihasilkan. Perilaku aliran kas pada masing-masing tahap siklus kehidupan produk akan berbeda, sehingga kinerja keuangan pada tiap tahap juga berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antar kinerja keuangan pada masing-masing tahap siklus kehidupan produk serta menganalisis perbedaan kinerja keuangan pada tiap tahap siklus kehidupan produk perusahaan manufaktur  di Bursa Efek Jakarta. Dengan sampel 84 perusahaan dari 131 populasi yang ada. Sedangkan variabel yang digunakan adalah  market value, dividen payout ratio, price book value ratio, price earning ratio,dan profit, yang dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson dan uji beda rata-rata berpasangan.

      Dari hasil analisis korelasi diketahui bahwa tidak ada hubungan secara konsisten antar variabel kinerja keuangan pada tiap tahap siklus kehidupan produk, hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan kinerja keuangan pada tiap tahap siklus kehidupan produk. Sedangkan dari hasil uji beda rata-rata berpasangan diketahui bahwa tidak ada perbedaan kinerja keuangan pada tiap tahap siklus kehidupan produk. Hal ini kemungkinan terjadi karena penetapan tahap siklus kehidupan produk pada perusahaan belum tepat, yaitu mengacu pada rata-rata pertumbuhan penjualan yang ternyata belum mampu mencerminkan kondisi perusahaan.

Kata Kunci: Siklus kehidupan produk, kinerja keuangan, perusahaan manufaktur

ABSTRACT

Title : Rellation and Difference Analysis Financial Performance in Each Stage of   Product Life Cycle Manufacturing Industries at Jakarta Stock Exchange Period 2000-2004

Compiled by: Fety Nurmayanti NIM. 0210223048

Counsellor lecturer :
Nur Khusniyah I, SE., MSi.
NIP. 131 759 539

Every Product through a life cycle which reflects the stage of product from the start up, growth, mature, and decline which are based on the sales volume and profits generated. The behavior of cash flow in each stage tends to be different, so that financial performance each stage will be different. This study intends to firstly examine whether exists a relationship between the firm financial performances in each stage of company life cycle and secondly to examine the difference of the financial performance between each stage. A sample of 84 firms from manufacturing industries was selected from a total of 131 firms listed at the Jakarta Stock Exchange 2005.The variable used are value market, dividend payout ratio, price book value ratio, price earning ratio, and profit.

From result of correlation test known that there no relation consistently between the financial performance variable in each stage, it mean that there is difference between financial performance in each stage. While from result of paired sample t-test known that there no difference of financial performance in each stage. This possibility happened because stipulating of stage product life cycle at company not yet precisely, that is relate at mean of sales growth which actually can not express the condition of company.

Keywords : Product life cycle, financial performance, Manufacturing industries. 

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pada umumnya, produk yang dianggap paling sukses adalah produk yang mengalami siklus kehidupan produk (product life cycle) lebih panjang dengan tahap-tahap tertentu. Gup dan Aggrawal (1996:41) menyatakan bahwa terdapat empat tahap siklus kehidupan yang umum terjadi. Tahap-tahap dimaksud adalah tahap perkenalan (pioneering), pertumbuhan/ekspansi (expansion), kedewasaan (maturity) dan kemunduran (declining). Pada tahap awal, kebijakan dan strategi yang ditempuh perusahaan adalah promosi. Dalam hal ini promosi yang dilakukan perusahaan ditujukan untuk memperkenalkan atau mendorong calon pembeli untuk mencoba produknya. Dengan meningkatnya penjualan selama tahap pertumbuhan, titik beratnya beralih kepada usaha untuk membuka saluran distribusi baru. Jika produk tersebut sudah mencapai tahap kedewasaan, persaingan menjadi semakin ketat dan manajer pemasaran lebih menekankan pada masalah harga, serta promosi khusus yang dapat menarik perhatian pembeli pada produk perusahaan tersebut. Produk-produk yang berada pada tahap kemunduran sering perlu didisain kembali sehingga tetap dapat memberikan kontribusi pada perusahaan. Jika produk-produk tersebut sudah tidak menguntungkan lagi, perusahaan harus memutuskan apakah akan terus mempertahankan produk meskipun rugi atau harus meninggalkan produk tersebut dan menggantikan dengan produk lain yang lebih menguntungkan.

Setiap produk akan melalui suatu siklus kehidupan yang didasarkan pada fakta yang dapat dilihat. Yaitu volume penjualan dan laba dari produk-produk tertentu. Tahapan yang dihadapi oleh masing-masing perusahaan tidak harus sama kapan akan dialami dan berapa lama masing-masing tahap tersebut akan dijalani. Misalnya untuk barang mode biasanya memiliki siklus yang lebih pendek daripada barang-barang lain seperti makanan olahan dan peralatan. Panjangnya waktu pada masing- masing tahap juga dapat berbeda-beda, tergantung pada faktor tingkat pengakuan/penerimaan pembeli dan jumlah pesaing baru.

Perilaku aliran kas pada masing-masing tahap siklus kehidupan produk cenderung tidak sama. Demikian juga halnya dengan resiko yang dihadapi. Walaupun demikian, khusus untuk perusahaan yang sudah tumbuh dan berkembang serta dewasa (mapan) pola aliran kas dan juga resiko relatif lebih mudah diprediksi. Aliran kas perusahaan dalam tahap atau siklus ini menjadi besar dibandingkan nilai perusahaan dan risiko yang dihadapi mendekati rata-rata risiko perusahaan-perusahaan lain. Baik dan tidaknya pola dan kestabilan aliran kas akan sangat menentukan dalam pemenuhan dana investasi atau proyek baru. Apakah kebutuhan dana tersebut dipenuhi dari dalam (internal) atau dari luar (external) akan sangat ditentukan oleh kemapanan aliran kas.

Seharusnya setiap perusahaan secara rutin melakukan analisis dengan membuat perbandingan dari data keuangan perusahaan dari waktu ke waktu untuk meneliti arah pergerakannya. Dengan demikian, perusahaan akan dapat mengetahui perbedaan kinerja keuangan dari tahun ke tahun dengan tujuan agar perusahaan lebih mapan dalam melaksanakan kegiatan operasional baik dalam masalah pendanaan maupun dalam penetapan strategi terhadap jenis-jenis produk yang ada di pasar, sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian dalam melewati tahap-tahap dalam siklus kehidupan produknya baik tahap yang dijalani saat itu maupun yang masih akan dilalui.

. Menurut Helfert (1997:67) penilaian kinerja keuangan dapat dilihat dari beberapa sudut pandang salah satunya adalah dari sudut pandang pemilik perusahaan yaitu investor. Kinerja keuangan ini dapat diukur pada tingkat profitabilitas, market value, dividen payout ratio, price book value ratio, dan price earning ratio, karena daya tarik utama bagi pemilik perusahaan adalah profitabilitas yaitu hasil yang diperoleh melalui usaha manajemen atas dana yang diinvestasikan, selain itu pemilik juga tertarik dengan pembagian laba yang menjadi haknya yaitu seberapa banyak yang diinvestasikan kembali dan seberapa banyak yang dibayarkan sebagai dividen kepada mereka, dan pemilik juga berkepentingan dengan dampak hasil perusahaan terhadap nilai pasar investasi mereka, khususnya jika saham dijual kepada umum. 

Menurut Damadoran (2001) dalam Tatang A.G. dan Novi P. (2005:46) pemahaman terhadap siklus kehidupan produk menjadi penting karena siklus hidup produk dapat dijadikan sebagai dasar dalam analisis kebutuhan pendanaan. Pendapat tentang manfaat pemahaman siklus hidup produk juga dinyatakan oleh Gup dan Agrrawal (1996:43) yang menyebutkan bahwa siklus hidup produk adalah sebuah alat teoritis yang dapat mengungkapkan perilaku keuangan perusahaan, termasuk pertumbuhan, risiko dan return. Lebih lanjut, Gup dan Agrrawal menemukan bahwa terdapat perbedaan kinerja keuangan perusahaan antar fase atau tahapan dalam siklus hidup produk perusahaan di Amerika.

Menindaklanjuti penelitian Gup dan Agrrawal maka Tatang A.G. dan Novi P. (2005) melakukan penelitian yang sama pada perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta tetapi tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada kinerja keuangan perusahaan antar tahapan dalam siklus kehidupan produk perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta. Hal ini kemungkinan disebabkan ketidak seragaman perusahaan yang digunakan sebagai sampel oleh Tatang dan Novi. Oleh karena itu dirasa perlu untuk melakukan penelitian kembali pada perusahaan yang seragam yaitu perusahaan manufaktur yang sama-sama menghasilkan suatu produk dimana produk memiliki umur yang terbatas,  melalui berbagai tahap siklus kehidupan produk dan memerlukan strategi yang berbeda pada setiap tahapnya, sehingga pada penelitian ini diambil judul “ Analisis Hubungan dan Perbedaan Kinerja Keuangan Pada Tiap Tahap Siklus Kehidupan Produk Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta Tahun 2000-2004”

2.1. Perumusan Masalah

Dengan menganalisis kinerja keuangan pada tiap tahap siklus kehidupan produk maka perusahaan dapat mengetahui perbedaan kinerja keuangannya dengan tujuan agar perusahaan dapat menetapkan strategi yang tepat sehingga tidak mengalami kerugian dalam melewati tiap tahap siklus kehidupan produk. Berdasarkan hal tersebut dirumuskan permasalahan penilitian sebagai berikut:


[del.icio.us] [Digg] [Facebook] [Furl] [Google] [MySpace] [StumbleUpon] [Technorati] [Windows Live] [Yahoo!] [Email]
Jurnalskripsi.com 24 Jam » Analisis Hubungan dan Perbedaan Kinerja Keuangan Pada Tiap Tahap Siklus Kehidupan Produk Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta Tahun 2000-2004

Skripsi Lengkap (daftar isi, bab1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk file/softcopy langsung kita kirim lewat email kamu pada hari itu juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509 atau 0857-2929-3006

Skripsi tidak terkirim jaminan uang kembali 100%.

One Response to “Analisis Hubungan dan Perbedaan Kinerja Keuangan Pada Tiap Tahap Siklus Kehidupan Produk Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta Tahun 2000-2004”
  1. syafri wandi, SE says:

    pagi, saya mahasiswa S2, saya lagi nyusun tesis nih. tapi saya lagi kebuntur di proposal? saya mau tanya ada nggak judul tentang ANALISIS PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN GO-PUBLIC YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK JAKARTA SEBELUM DAN SELAMA KRISIS MONETER. ini memakai metode dua rata rata. kalau ada saya mau pesan donk????

Leave a Reply